Karyawan Kontrak = Sapi Perah?
Kenyataan dilapangan membuktikan bahwa..banyak karyawan yang menyandang posisi sebagai karyawan kontrak tidak mempunyai alasan untuk bangga. Ini semakin diperparah karena kompensasi hasil kerja belum mendapatkan perhatian yang memadai. Ada beberapa hal yang perlu di"tanda kutip"kan terutama penghargaan dari perusahaan .. lebih seru lagi posisi "karyawan kontrak" lebih rendah dari segi tunjangannya. Mungkin tidak pernah akan ada hak-hak istimewa untuk pemegang jabatan ini..... seolah-olah karyawan kontrak adalah warga negara kelas "antah berantah". Padahal kenyataan di lapangan lagi, terkadang para karyawan kontrak mempunyai etos yang lebih tinggi dan kompetensi lebih baik serta memiliki pengalaman yg banyak dibandingkan karyawan tetap yang nota bene mereka adalah orang2 yg memiliki hak-hak istimewa tersebut.
Tentu saja ini hanyalah opini "subjektif" dari anak muda seperti saia yg masih bau kencur di dunia persilatan ini...Memang sulit untuk bisa mengembangkan diri mengingat tidak ada kenaikan grade tiap tahunnya..yang ada hanyalah pemutihan; itupun kalo kita masih dibutuhkan. walaupun kita senantiasa berusaha keras memberikan kontribusi yang lebih dari harapan perusahaan, Jika manajemen tahu dan mengerti "syukur" jika tidak ya "sukurin"...
Yang saia yakini sekarang adalah bagaimananpun juga berbagai peluang akan senantiasa melintas di depan mata kita (baik kita sadari atau tidak). Karena hidup adalah pilihan seperti halnya dua sisi mata uang. kita hanya bisa mendapatkan satu sisi, namun dua-duanya merupakan peluang.

0 Komentar:
Poskan Komentar
Berlangganan Poskan Komentar [Atom]
<< Beranda